Jalan Rusak, Warga Raheriat Pikul Jenazah Berkilometer; Akses Terputus, Infrastruktur Fenalisela Kembali Dipertanyakan

Jalan rusak di Desa Raheriat, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru.
Warga Desa Raheriat bergotong royong memikul jenazah karena kendaraan tidak dapat melintasi jalan yang rusak di Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru. (Foto: Istimewa)

BURU – Journal Public News | Buruknya infrastruktur jalan di Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru, Maluku, kembali menjadi perhatian setelah warga Desa Raheriat terpaksa memikul jenazah sejauh beberapa kilometer karena ambulans dan kendaraan lainnya tidak mampu melintasi jalan yang rusak.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7/2026) saat jenazah Ny. Lenora Solissa Nurlatu dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Daerah Lala menuju Desa Raheriat. Perjalanan yang semestinya dapat ditempuh menggunakan kendaraan harus dilanjutkan dengan tenaga manusia setelah kendaraan berhenti di tengah jalan akibat kondisi akses yang dipenuhi batu-batuan dan mengalami kerusakan berat.

Puluhan warga bergantian mengangkat keranda melewati ruas jalan yang rusak hingga tiba di rumah duka. Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan keterbatasan akses transportasi yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman Fenalisela.

Salah seorang pemuda Desa Raheriat mengatakan kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, warga telah berulang kali menghadapi kesulitan akibat kerusakan jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan secara menyeluruh.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Buru memberikan perhatian serius terhadap jalan menuju Desa Raheriat. Kejadian seperti ini sudah berulang. Bukan hanya saat ada warga meninggal dunia, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan. Kami ingin ada solusi nyata agar kondisi ini tidak terus terjadi."

Kerusakan jalan, kata dia, tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, akses pendidikan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Ketika kendaraan tidak dapat melintas, aktivitas warga praktis bergantung pada kemampuan berjalan kaki atau memikul barang secara manual.

Peristiwa ini kembali memunculkan desakan agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Buru. Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan peninjauan lapangan serta merealisasikan pembangunan jalan permanen sehingga akses menuju Desa Raheriat dapat dilalui kendaraan sepanjang waktu.

Hingga berita ini diterbitkan, Journal Public News masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Buru dan Dinas PUPR Kabupaten Buru terkait kondisi jalan tersebut serta langkah penanganan yang akan dilakukan. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.



Catatan Redaksi: Journal Public News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Journal Public News
Editor: Redaksi Journal Public News
Sumber: Ersol-Maluku

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama