BURU UTARA – Setelah mengabdi selama 9 tahun, 10 bulan, dan 15 hari sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Waeula, Pdt. Lidya J. Sahureka Lokollo secara resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Pdt. Ny. Yani Tasijawa/Batuwael dalam prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat di Jemaat GPM Waeula, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru.
Masa pelayanan Pdt. Lidya ditandai dengan sejumlah capaian yang menjadi bagian dari perjalanan Jemaat GPM Waeula. Di antaranya penyelesaian pembangunan Gedung Gereja GPM Waeula, keberhasilan jemaat menjadi tuan rumah Sidang Klasis Buru Utara, serta di penghujung masa jabatannya turut menyelesaikan pembangunan dan peresmian Rumah Dinas Pendeta (Pastori) Jemaat GPM Waeula.
DPC Partai Demokrat Buru Angkut 700 Kg Sampah dan Tanam 100 Pohon Ketapang di Pesisir Jikumerasa
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Buru Utara, Pdt. H.Y. Siahaya, mengutip firman Tuhan dari Kitab Pengkhotbah bahwa setiap sesuatu memiliki waktunya.
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya."
Ia menyampaikan bahwa masa pelayanan Pdt. Lidya di Jemaat GPM Waeula telah berakhir dan kini akan melanjutkan pengabdian di Jemaat GPM Itawaka, Klasis Lease, sesuai penugasan pelayanan gereja.
Prosesi sertijab turut dihadiri Ketua MPK GPM Buru Utara, Kepala Penyelenggara Kristen Kabupaten Buru Oktavianus Lelolaking, SE, Ketua AMGPM Buru Utara Mihel Batuwael, S.Hut, Pejabat Desa Awilinan Ny. Malka Aziz Alkatiri, tokoh adat, tokoh pemuda, serta warga jemaat.
Dalam kesempatan tersebut, Pejabat Desa Awilinan Ny. Malka Aziz Alkatiri menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah desa, gereja, dan masyarakat.
"Silaturahmi dengan umat adalah kunci. Kita harus terus saling bahu-membahu membangun Negeri Awilinan," ujarnya.
Kehadiran unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga jemaat dalam prosesi tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara gereja dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sosial maupun kehidupan berjemaat di Desa Awilinan.
Sertijab ini tidak hanya menjadi penanda pergantian kepemimpinan di lingkungan Jemaat GPM Waeula, tetapi juga menjadi momentum keberlanjutan pelayanan gereja. Pdt. Lidya J. Sahureka Lokollo meninggalkan berbagai capaian selama masa kepemimpinannya, sementara Pdt. Ny. Yani Tasijawa/Batuwael diharapkan dapat melanjutkan pelayanan dan pembinaan jemaat sesuai tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan gereja.
Catatan Redaksi: Journal Public News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Posting Komentar