Pesta Panen Adat Laikang “A’DENGKA ASE LOLO” di Makassar Meriah, Perkuat Tradisi dan Dorong Wisata Budaya

Digelar Dua Hari di Rumah Adat Tubaranina Sudiang, Kegiatan Sarat Nilai Leluhur, Kebersamaan Warga, dan Dukungan Pemerintah

MAKASSAR — Masyarakat adat Kelurahan Laikang menggelar pesta panen tahunan bertajuk “A’DENGKA ASE LOLO” yang berlangsung meriah selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (18–19 April 2026), di Rumah Adat Tubaranina Sudiang, Jalan Pabongkayya, Kecamatan Biringkanaya.

Kegiatan yang dipusatkan di area pekarangan rumah adat tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Acara dihadiri berbagai unsur, mulai dari Ketua Adat Andi Makkatutu Dg. Matike, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen masyarakat.

Pelestarian Tradisi Leluhur

Ketua Adat Andi Makkatutu Dg. Matike menegaskan bahwa pesta panen bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Pesta panen ini adalah wujud rasa syukur sekaligus penguatan nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tetap menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Apresiasi dan Dukungan Pemerintah

Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Makassar yang diwakili Suriady menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi lokal.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini tidak hanya memperkuat nilai sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

“Kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi warga melalui sektor pariwisata budaya,” katanya.

Atraksi Budaya Semarakkan Kegiatan

Pesta panen semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya A’dengka Ase Lolo, Tari 4 Etnis Sulawesi Selatan, Tari Kreasi Pepe’-Pepe’, serta atraksi tradisional Pamanca’ dan Rampa’ Gendang.

Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya lokasi kegiatan yang juga menarik perhatian pengunjung dari luar wilayah.

Berjalan Aman dan Kondusif

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kapolsek yang turut mengapresiasi sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Pesta Panen Adat Laikang diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ikon budaya daerah yang mampu memperkuat identitas lokal serta menarik perhatian lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.


Liputan: Syamsir
Editor: Syibli

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama