Korlantas Polri Gelar Pelatihan Freestyle Scanner dan TAA 2026 untuk Penguatan Olah TKP Kecelakaan

Korlantas Polri memperkenalkan teknologi Camera Freestyle Scanner dan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan investigasi kecelakaan lalu lintas berbasis scientific crime investigation.

Jakarta – Mei 2026
Korlantas Polri memperkenalkan teknologi Camera Freestyle Scanner dan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan investigasi kecelakaan lalu lintas berbasis scientific crime investigation.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar pelatihan penggunaan perangkat Camera Freestyle Scanner dan Traffic Accident Analysis (TAA) Tahun Anggaran 2026 di Fave Hotel Cililitan, Jakarta, yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel lalu lintas dalam penanganan kecelakaan secara ilmiah atau scientific crime investigation, khususnya dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Kasubdit Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri, Kombes Pol. Mariochristy P.S Siregar.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengadaan perangkat teknologi disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta tingkat kerawanan kecelakaan di masing-masing daerah.

“Perangkat ini merupakan bentuk perhatian pimpinan Polri untuk meningkatkan kualitas penanganan kecelakaan di lapangan. Setiap kejadian wajib ditangani dengan olah TKP yang maksimal dan terukur,” ujarnya.

Anggota Korlantas Polri saat menggunakan perangkat Camera Freestyle Scanner dalam pelatihan.
Perangkat yang digunakan mencakup drone yang telah ditingkatkan serta freestyle scanner untuk dokumentasi tiga dimensi di lokasi kejadian, sehingga pemetaan TKP menjadi lebih detail dan berbasis data digital.

Selain itu, peserta juga dibekali teknik pengambilan gambar, pengolahan data, serta proses scanning untuk menghasilkan dokumentasi digital yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menekankan pentingnya perawatan perangkat oleh personel, terutama pada komponen seperti baterai drone dan perangkat scanner agar tetap optimal di lapangan.

“Ilmu yang tidak dipraktikkan akan hilang. Personel harus terus mengasah kemampuan dan tidak meremehkan penggunaan teknologi ini,” tegasnya.

Korlantas Polri memastikan pengawasan dan pendampingan penggunaan alat akan terus dilakukan, termasuk dalam penanganan kecelakaan besar melalui tim Traffic Accident Analysis (TAA).

Melalui pelatihan ini, diharapkan kualitas penyidikan kecelakaan lalu lintas meningkat, penanganan TKP lebih cepat dan akurat, serta data kecelakaan semakin valid untuk mendukung IRSMS sebagai strategic intelligence keselamatan lalu lintas nasional.


Catatan Redaksi: Journal Public News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Journal Public News
Editor: Redaksi Journal Public News
Sumber: Frn (Fast Respon Nusantara)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama